Malas Bekerja adalah merupakan awal dari kesengsaraan hidup di masa yang akan datang.
Kita dilahirkan tidak bisa melakukan
sesuatu tapi kita dilakukan untuk kemampuan belajar sesuatu agar dapat
terus hidup di muka bumi ini. Saat kita sudah merasakan sedikit saja
rasa sakit dalam bekerja mungkin itu awal dari rasa malas yang kita
rasakan atau mungkin saja benar-benar rasa sakit yang bukan menipu.
Dalam merintis sebuah usaha baru ada beberapa hal yang harus di buang
dalam berperilaku mulai dari malu yang tidak pada tempatnya, tidak mau
belajar sampai dengan perasaan malas yang menyembul sedikit saja dari
dasar jantung yang mengakibatkan rasa sakit di kepala, walaupun hanya
sedikit.
Jika kita baru saja memperkenalkan usaha kita kepada 300
orang saja dan semuanya tidak ada yang setuju masuk sebagai anggota
sudah merasa jenuh bagaimana mungkin bisa menjadi pengusaha yang sukses
??? yang membutuhkan modal besar dalam
membangun kerajaannya. Albert Einstein perlu dihina banyak orang untuk
membuktikan bahwa dirinya mampu. Teori yang di temukannya layak untuk
disebar luaskan.
Jadi saat kita sudah merasa cukup dalam melakukan usaha
berarti tertutuplah jalan kita menuju kesuksesan.
Buat kamu
dan mungkin saya yang lagi sedikit kecewa dengan hasil pekerjaan yang
telah dilakukan, jangan jadikan semua hasil itu alasan untuk kita malas
bekerja. Karena dunia akan melihat setiap proses pekerjaan kita. Mungkin
saat ini belum ada yang merasakan manfaatnya. Tapi suatu hari nanti jika
memang bermanfaat pasti akan ada penggemar yang selalu menyertai....
Jadi
jangan lagi berfikir malas dalam bekerja ya...... karena pekerjaan yang
baik itu gak cuma buat sekarang aja tapi juga buat masa yang jauh ke
depan.... Semoga bermanfaat.
Rabu, 30 November 2011
Jumat, 25 November 2011
CATATAN IBU SEORANG AKTIVIS
oleh Latifah Nidaussholihah pada 23 November 2011 jam 12:07
"Dimana rumahmu Nak?
Orang bilang anakku seorang aktivis. Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat. Orang bilang anakku seorang aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.
Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukkanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak, tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.
Anakku, kita memang berada disatu atap nak, di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini dimanakah rumahmu nak? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu di rumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu. Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau enggan, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak, tapi bukankah aku ini ibumu? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan di dalam rahimku..
Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu. Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?
Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak? bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?
Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat disana sini, ada jadwal mengkaji, ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya, disana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana. Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu sejak kau ada di rahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku..
Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, dimana profesionalitasmu untuk ibu? dimana profesionalitasmu untuk keluarga? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat?
Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..
Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kaka dan adik. Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Dan hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan. Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.
Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus, untuk mereka sang penopang semangat juang ini. Saksikanlah,bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan.Karena tanpa ridhamu,Mustahil kuperoleh ridhaNya..."
Ilmu Marketing Nabi Muhammad
Muhammad Rasulullah, Nabi kita tercinta, adalah seorang saudagar ternama pada zamannya. Bahkan sejak usia muda, beliau dipandang sebagai sudagar sukses. Disadari atau tidak sukses tersebut tidak lepas dari aktivitas marketing yang diterapkannya --yang tak cuma ampuh tapi juga sesuai syariah dan, tentu saja, penuh ridlo dari Allah. Jika Anda tertarik menerapkannya, selain mendapat keuntungan, insyaallah bisnis Anda pun barokah. Inilah empat tips marketing ala Nabi Muhammad SAW:
1. Jujur adalah Brand
Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya. Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.
2. Mencintai Customer
Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli. Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, "Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri."
3. Penuhi Janji
Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu." (QS Al Maidah 3).
Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).
4. Segmentasi ala Nabi
Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah.
Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.
Bukti terbesarnya adalah diterimanya agama Islam di seluruh dunia dengan cepat dan menjadi agama besar dengan dasar ilmu marketing Nabi Muhammad tersebut
Kamis, 24 November 2011
[#CouplesEve] Cinta dan Pernikahan
oleh Bezie Galih Manggala pada 22 November 2011 jam 11:45
: sebuah karangan bunga
Originally created by Foezi Citra Cuaca Elmart dan Bezie Galih Manggala
Bismillahirrahmanirrahim
Allahurabbana, jauhkan kami dari segala keburukan dan kejahatan makhlukMu, baik itu niat maupun perilaku.
Aamiin.
“Hal yang klasik dari cinta adalah ia akan terasa manakala ditinggalkan.”
- one of our brother
Cinta. Cinta. Cinta. Seringkali dijadikan bahasan yang tak pernah bosan untuk diperbincangkan. Meski seringkali ia buntu dalam definisi dan tak masuk logika memaknainya. Tapi, bukan berati ia tak memiliki arti dan makna yang hakiki dan sejati; tentunya dari yang telah menghadirkan cinta itu sendiri, Yang Maha Memiliki.
Senja bagi kesendirian sepertinya telah mulai turun di Jakarta, begitu pula di kota-kota lainnya di penjuru Nusantara. Entah apakah ada korelasinya atau tidak, kami tidak pernah benar-benar tahu; tapi seiring dengan menjamurnya Janur di Gedung-gedung resepsi, diskusi-diskusi tentang cinta dan pernikahan seolah-olah tidak berhenti masuk ke meja redaksi kami.
Satu hari sebelumnya, seorang sahabat hadir dan menyapa ruang maya dimana kami biasa menggelar taplak-taplak meja diatas meja-meja kayu dengan daun bundar, dengan gelas-gelas coklat hangat untuk menemani ruang diskusi kami. Sahabat tersebut bertanya tentang makna cinta yang impersonal, yang saya maknai sebagai fakta bahwa cinta dalam hati kita adalah amanah yang dititipkan oleh Sang Maha Pemilik Cinta; kita hanya menjalankan tugasnya, sehingga tak berhak atas klaim apapun yang menjadi konsekuensi dari menyampaikan cinta; tidak benar-benar cemburu, tidak benar-benar merasa kehilangan, tidak juga kita berhak untuk mengekang cinta dengan klaim kita; tidak, kecuali pada batas-batas yang telah diizinkan oleh Yang Menitipkan Cinta Pada Kita.
Hari berikutnya, Allah pasti tengah mengingatkan kami tentang apa itu cinta; setelah dua buah bincang menyenangkan tentang interaksi ikhwan-akhwat; yang satu diiringi pertengkaran seru serta tawa lucu yang hadir karena bayi Musa sibuk bermain dengan kue tart, yang lain penuh rasa haru karena diiringi cinta yang tulus seorang guru kepada anak didiknya, serta kritik penuh kasih anak didik tersebut kepada pembimbingnya, seorang sahabat tiba-tiba menyampaikan dua buah pertanyaan yang menarik untuk kita ambil hikmahnya dalam sebuah pembahasan.
Dua pertanyaan tersebut adalah,
1. Mana yang baik, cinta dulu baru menikah, atau menikah dulu baru cinta?
2. Seberapa pentingkah cinta dalam pernikahan?
Kami tersenyum, sahabat tersebut seperti menjelma sesosok malaikat, yang Allah sampaikan langsung untuk memberi kami pengingat tentang hakikat cinta; maka sembari meminta perlindungan kepada Allah dari bisikan syaithan yang senantiasa membuat kami lupa pada hakikat-hakikat kehidupan yang sebenarnya, kami coba jawab pertanyaan tersebut dengan memaknai terlebih dahulu. "Apa itu cinta?"
Ya, apa itu cinta?
Dalam bahasa Indonesia, sulit sekali rasanya untuk mendefinisikan secara pasti, seperti apa rupa cinta sebenarnya. Perasaan kita pada orang tua, apakah itu cinta? Ya, itu cinta. Perasaan kita pada sahabat juga teman halaqah, apakah itu cinta? Ya, itu juga cinta. Perasaan seorang isteri kepada suaminya, atau sebaliknya, perasaan seorang suami kepada istrinya, adakah itu cinta? Ya, apalagi itu, itu cinta! Semuanya dalam Bahasa Indonesia disebut Cinta, meski kita sama-sama mahfum bahwa pada kenyataannya, satu dan lainnya sejatinya berbeda-beda maknanya.
Tentu tidak sama rasa cinta kita pada orang tua, pada sahabat, dan pada pasangan hidup kita. Tapi tiga-tiganya sama-sama kita sebut cinta, padahal sejatinya berbeda, bukan?
Jika kami boleh menyimpulkan, inilah salah satu karakter dalam bahasa kita; banyak kenyataan yang berbeda yang hanya direpresentasikan oleh satu kata yang sama, sehingga secara keilmuan, menghadirkan tantangan tersendiri untuk mendefinisikan.
Jika kami boleh menggambarkan, dalam bahasa Indonesia, cinta sebenarnya adalah sebuah kata umum, yang menjelaskan suatu rangkaian dari rasa yang sifatnya jauh lebih khusus.
Sederhananya begini, mari kita bayangkan sebuah karangan bunga. Terangkai dari bermacam mahkota dengan ragam rupa, ranah warna, dalam berbagai bentuk yang berbeda-beda. Karangan bunga yang berbeda dapat ditujukan untuk kesempatan dan acara yang berbeda-beda. Karangan bunga mawar dua warna dapat ditujukan untuk sebuah momen yang menunjukan romansa yang kental, mungkin dengan gelas-gelas kristal dan candlelight dinner? Karangan bunga yang berbeda mungkin dapat ditujukan untuk sebuah acara makan malam keluarga, belasungkawa, atau ucapan selamat seorang sahabat yang baru saja menamatkan pendidikan doktoratnya.
Seperti apapun komposisi bunga di dalamnya, ditujukan untuk acara apapun, mewakili kesempatan apapun, karangan bunga hanya memiliki satu nama; Ya, karangan bunga!
Sekarang, mari kita coba analogikan cinta sebagai karangan bunga. Pada cinta juga terdapat bunga-bunga rasa yang berbeda-beda, dengan komposisi yang berbeda untuk setiap kesempatan cinta yang juga berbeda. Ada karangan bunga merah-putih untuk suami/istri tercinta. Bunga Matahari untuk mereka yang selalu kita perhatikan langkahnya. Ada juga karangan belasungkawa bagi mereka yang pernah bersetia mengisi hari-hari kita, tapi dipanggil pergi terlebih dahulu oleh Yang Sejatinya Sangat Mencintai dirinya.
Kembali ke pertanyaan semula tentang cinta, untuk memutuskan sebuah jawaban tentang cinta, bijak adalah memahami komposisi apa saja yang mungkin terdapat dalam sebuah cinta.
A. Dalam sebuah cinta, bisa dipastikan hadir apa yang disebut sebagai afeksi, "kasih sayang." Ini adalah jenis rasa seperti apa yang kita miliki terhadap keluarga, saudara, atau sahabat-sahabat kita.
B. Ada juga yang disebut care, atau perhatian. Ini yang terjadi saat kita memikirkan orang-orang terdekat yang mungkin sedang sakit atau dalam perjalanan, misalkan. Keinginan untuk mengirimkan pesan singkat untuk sekedar menanyakan kabar, atau perkembangan pekerjaan yang selalu mereka keluhkan, itu adalah perhatian. Perhatian pada cinta memegang peran penting karena ia cenderung mengharapkan kebaikan serta keselamatan bagi mereka yang begitu kita perhatikan.
C. Perhatian ini, pada tingkatan tertentu, biasanya menghadirkan komposisi lain dari cinta, yaitu service, rasa ingin membantu, melayani, dan juga memberi. Pada tingkatan ini, biasanya seseorang begitu menderita apabila tidak dapat menyampaikan bantuan atau pemberiannya kepada orang yang dicintainya.
D. Pada cinta jenis tertentu, ada juga apa yang disebut passion, atau eros, lebih dekat dengan syahwat dalam terminologi islam; sifat dari rasa ini biasanya possesif dan physical. Rasa ini juga yang biasanya bertanggung jawab atas kecemburuan. Biasanya terdapat pada cinta seorang suami terhadap istrinya, dan juga berlaku sebaliknya.
E. Selain hal-hal tersebut, dalam cinta juga terdapat interest, yaitu minat, atau ketertarikan. Biasanya menghadirkan kerinduan, rasa senang ketika berdekatan, dan ruang kosong yang khas dalam dada ketika yang diminati tak sedang berada dekat dengan kita.
Nah, inilah sebagian besar komposisi dari apa yang dalam bahasa indonesia disebut sebagai cinta.
F. Namun, sebenarnya ada yang lebih dalam maknanya tentang cinta, yaitu yang disebut rahmah. Rahmah adalah cinta kasih yang muncul atas kesadaran bahwa Allah adalah Ar-Rahman. Konsekuensi akhlakiyahnya adalah mencintai segala sesuatu yang dicintai Allah SWT. Seperti yang dapat dilihat dari penjabaran 8 Definisi cinta dalam Al-Qur’an.[1]
Pada bahasan tersebut, dikatakan bahwa jenis Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding dirinya sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita.
Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al-arham, dzawi al-arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah).
Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
Lalu, ada yang bertanya : “Lebih baik mana, mencintai terlebih dahulu lalu menikah, atau menikah dulu lalu berusaha untuk mencintai?”
Seperti yang telah disepakati sebelumnya tentang analogi cinta sebagai rangkaian bunga, maka rangkaian bunga yang kita berikan pada kedua orang tua (biasanya terdiri dari afeksi, service, care, dan rahmah), tentunya berbeda dengan rangkaian bunga yang kita miliki untuk suami/isteri, yang biasanya lebih kental unsur passion dan care-nya.
Lantas, untuk calon suami/isteri? Dalam hal ini, kami tidak memiliki hak untuk berpendapat; sebab Allah melalui RasulNya telah terlebih dahulu menyampaikan pendapatNya.
Dalam sebuah hadist yang disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, ada kisah tentang seorang sahabat yang datang dan mengabarkan kepada Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bahwa dia telah melamar seorang wanita dari kalangan Anshar. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ اْلأَنْصَارِ شَيْئًا
“Apakah engkau telah melihatnya?”
Lelaki itu menjawab: “Belum.”
Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam berkata: “Hendaklah engkau melihat terlebih dahulu krn pada mata wanita-wanita Anshar ada sesuatu.”[2]
Para ulama menyimpulkan, bahwa hadist tersebut menganjurkan kepada kita untuk melihat terlebih dahulu calon istri/suami kita, supaya hadir dalam diri kita interest atau ketertarikan, atau dalam bahasa Indonesia dikenal juga dengan istilah kecenderungan.
Apakah kecenderungan bisa diartikan sebagai cinta? Dengan cara pandang terentu, tentu saja bisa. Tapi jangan sampai terlalu kental passion-nya, agar tidak menjadi posesif, apalagi sebelum takdir Allah mengikat hubungan keduanya dengan pernikahan yang sah.
Toh pada perjalanannya, rangkaian pada cinta biasanya bertransformasi. Sebagaimana cinta pada teman halaqah yang juga berubah, terkadang unsur service lebih banyak bermain, terkadang hanya 'sekedar' care. Tak jarang juga hadir kebencian yang mewarnai pertengkaran-pertengkaran (ya, benci juga termasuk salah satu komposisi cinta), besoknya bermaaf-maafan sambil saling bertangisan.
Inilah dinamika komposisi cinta, suatu hal yang niscaya. Dapat kita lihat bahwa karangan bunga cinta selalu dinamis, ini yang menjadikannya begitu manis. Dinamika ini yang menjadikan cinta begitu menarik hati manusia; coba bayangkan diri anda menonton sebuah film yang tidak memiliki dinamika, klimaks dan anti-klimaks, sejak awal hingga akhir alur dan ceritanya datar-datar saja; pasti anda tidak akan tertarik. Maka tafsirkan sendiri di hati masing-masing, bagaimana rasa cinta anda dengan dinamikanya; jika ia menggelitik hati, maka mari kita sama-sama syukuri.
Kembali ke soal calon suami/isteri, tentu saja “rahmah” tetap harus diutamakan. Karena bila faktor rahmah sudah mengental, maka apa yang dicintai Allah, itulah yang kita cintai. Namun kita jangan sampai juga melupakan faktor diri, karena bagaimanapun kita bukan Rasul, yang oleh Allah memang dijadikan rahmatan lil alamin. Namun pula, bukan berarti kita tidak bisa berusaha meneladaninya, tapi, menjadi realistis juga sangat penting.
Meminjam istilah orang bijak: “Jodoh itu memang di tangan Allah, namun bila tidak kita usahakan, ya tetap akan di tangan Allah!” Dalam ikhtiarnya, tentunya menjadi realistis juga penting. Jangan hanya beralasankan rahmah, misalkan, karena seseorang itu shaleh dan faqih, maka kita mau nikahi padahal kita sama sekali tidak memiliki kecenderungan terhadapnya. Kalau sampai begitu, tentu kasihan sekali pernikahannya, karena tanpa kecenderungan cinta akan sulit berkembang. Itulah hikmah dari disyari'atkannya Nazhar, atau “melihat” calon suami/isteri terlebih dahulu.
Lalu, ada yang bertanya lagi : “Seberapa penting peran cinta dalam sebuah pernikahan?”
Tentu jawabannya “penting sekali”! Tapi kita harus tetap ingat bahwa : “We are the driver, not the passenger in life.”[3]
Kita adalah juru mudi dari rasa. Jadi bukan cinta yang mengendalikan kita, melainkan kita yang mengendalikan cinta kita.
#AnotherPerspective
Saat menemukan keburukan suami/isteri, niatkan untuk menutupi dan memperbaikinya karena Allah, itulah cinta.
Saat menemukan kelebihan suami/isteri, niatkan untuk mengingatkannya agar tetap rendah hati karena Allah, itulah cinta.
Saat merasa tidak nyaman dengan suami/isteri, niatkan untuk bersetia tinggal karena Allah, itulah cinta.
Dan saat merasa begitu nyaman dengan suami/isteri, ingatkan kepadanya bahwa inilah kasih Allah, dan itulah cinta.
Ingat bahwa rahmah itu impersonal. Itu adalah kasih sayang Allah langsung kepada hambaNya. Jika ingin menjaga rahmah dalam cinta, maka jangan jadikan kecintaan kepada selain Allah dan Rasulnya jauh lebih besar. Itulah makna kesetiaan dalam islam. Sebab jika sampai melanggar itu, bisa mencelakakan baik yang dicintai maupun yang mencintai. Na'udzubillah min dzalika.
“Apa itu cinta?”. Ya, cinta. Satu kata yang membuatmu tak cukup hanya menggaruk kepala untuk menemukan definisinya. Satu kata yang selalu membuatmu terpaksa menitikkan air mata. Bukan karena lidahmu yang kelu untuk menjabarkannya, ataukah naifnya dirimu untuk mengakuinya. Hanya saja kau terlalu takut akan hati dan pikiranmu sendiri, yang mungkin telah sering menggerus niat yang semestinya lurus. Menyimpangkan segalanya dari yang paling Cinta.
Ah, cinta. Aku pun tak mendapat ringkasannya secara jelas, pun narasinya yang tak tereja. Bukan sekadar ia yang abstrak dan membuatmu bergolak, ia yang samar seiring kencangnya dadamu berdebar, ia yang tersohor picisan namun merayapimu perlahan. Yang aku tahu, ia itu semakin berharga ketika kita tak bisa mendefinisikannya. Ia bukan hanya perhitungan seberapa kau memberi dan menerima, namun menjunjung keseimbangan diantara keduanya. Ia bukan antara aku, kamu atau kita, tapi ia jauh lebih mulia menghadirkan yang Maha Mulia.
- kutipan "one of my letter for my husband."
Diluar itu semua, yang lebih penting dari memikirkan bagaimana itu cinta dan pernikahan adalah memantaskan diri untuk mendapat yang terbaik. Siapkan ilmu, amal dan mental karena Allah, menjadi ikhwan dan akhwat berkualitas yang memang pantas bersanding dengan hamba Allah yang berkualitas pula.
Wallahualam Bish Shawab
Bandung-Jakarta,
Dzulhijjah 1432
[1] dapat dilihat di http://rafiq-database.blogspot.com/2011/07/8-definisi-cinta-menurut-al-quran.html#!/2011/07/8-definisi-cinta-menurut-al-quran.html
[2] http://blog.re.or.id/nazhar-sebelum-menikah.htm
[3] You Are The Universe - Brand New Heavies : http://www.stlyrics.com/songs/b/brandnewheavies10421/youaretheuniverse337480.html
Kebohongan Ibu dalam Hidupnya
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita
percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan
yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. dengan adanya
kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat
membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi
yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil,
aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang
miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan,
ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke
mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu
yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di
kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa
memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing,
ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku
memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging
ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan
yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi
membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa
sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu
membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. di kala musim
dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu
pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel
kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu
masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku
tidak capek”
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti
kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang,
terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di
bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi
menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan
menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh
yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang
jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera
memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
“Minumlah nak, aku tidak haus!”
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit,
ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. dengan berpegang
pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup
sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari
tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada
seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu
ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di
sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali
menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala
tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh
cinta”
KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku
semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah
waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar
setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering
mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi
ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik
uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun
melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah
universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah
perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. dengan gaji yang
lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di
Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan
anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”
KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu
terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang
berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk
menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di
ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua,
menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di
wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat
dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku
terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil
berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam
kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan
menangis anakku, aku tidak kesakitan”
KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang
kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir
kalinya.Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti
merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah
ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk
berbincang dengan ayah ibu kita? di tengah-tengah aktivitas kita yang
padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan
ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada
di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita,
kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas
akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas
apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah
mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan
atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini
benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. di waktu kita masih
mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang
terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari`.
Selasa, 22 November 2011
TIPS AGAR TETAP SETIA AMA PASANGAN !
by
Administrator
Tak mudah memang
setia terhadap pasangan. Banyak yang harus dilakukan agar Anda berdua
bisa tetap bahagia menjalani hubungan dengan dasar kesetiaan. Apa saja?
1. TANPA PAMRIH Hal yang perlu Anda sadari dalam mencintai pasangan adalah “memberi dengan tulus.” Cinta adalah ketulusan hati. Untuk itu, tidak selayaknya menyelipkan pamrih demi keuntungan atau kesenangan sendiri. Misalnya, jangan berharap dengan mencintai pasangan, Anda lantas senantiasa harus diperhatikan. Atau, dengan mencintai pasangan, Anda berharap pasangan tidak berbuat kesalahan. Semua itu hanya akan menyakitkan diri Anda.
Ingat, mencintai berarti Anda “hanya” memberi, jadi jangan mengharapkan kembalian. Imbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila Anda tulus mencintainya. Tidak perlu Anda berharap-harap, bukan? Dari rasa tanpa pamrih inilah, Anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta Anda. Dari sinilah, Anda akan sanggup membahagiakan pasangan.
2. JANGAN BANYAK MENUNTUT Jangan cemari hati dan cinta dengan begitu banyak tuntutan. Bahkan, sebaliknya, Anda harus belajar untuk selalu memberi yang terbaik kepada orang lain, termasuk kepada pasangan, melalui cinta Anda. Hanya dengan cinta yang benar, semua itu dapat Anda wujudkan. Sikap seperti ini akan membuat Anda tetap setia kepada cinta Anda, yang tentu berbuah positif dalam hubungan dengan pasangan.
Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Bahkan, sangat mungkin malah menghancurkan jalinan kasih Anda. Bukankah bila hal ini terjadi, kesetiaan Anda pun akan luntur? Jadi, jangan banyak “menuntut” agar Anda tetap selalu setia kepada cinta dan hubungan Anda berdua.
3. JANGAN TAKUT DIKECEWAKAN Mungkin ini sangat sulit Anda lakukan. Biasanya, setiap orang selalu menghindari rasa kecewa, dan selalu ingin senang terus. Tidak ada ruang dalam hatinya untuk rasa kecewa atau duka cita. Padahal, kehidupan memiliki banyak sisi yang harus dihayati.
Untuk itu, agar Anda tetap setia kepada cinta Anda, jangan takut dikecewakan! Tidak selamanya pertumbuhan pribadi berasal dari kesuksesan atau kebahagiaan. Adakalanya, Anda harus merasakan kekecewaan akibat hubungan dengan orang lain, termasuk pasangan Anda. Sangat mungkin ada salah paham, cekcok, atau pertengkaran kecil yang tentu akan membuat hati Anda terluka. Namun, jangan takut. Anda dapat mendewasakan diri dari “luka-luka kecil” seperti ini.
Bila Anda sudah mampu menghadapi situasi sulit ini, Anda tetap akan setia terhadap cinta Anda. Cintalah yang akan menghibur Anda dari goresan luka. Cintalah yang akan menyemangati hidup Anda untuk bangkit dari kekecewaan. Jadi, jangan buramkan cinta bila Anda sedang kecewa. Kesetiaan terhadap cinta inilah yang akan terus menguatkan hubungan kasih Anda dengan pasangan.
4. JADILAH PENGHIBUR YANG BAIK Tempatnya cinta adalah hati. Bila hati sedang terluka, seseorang memerlukan penghiburan. Begitu pula bila hati pasangan Anda sedang berduka, hiburlah dia. Cinta Andalah yang akan menggerakkan diri Anda untuk memberi penghiburan dan penguatan bagi pasangan.
Semua itu dapat Anda lakukan bila Anda memiliki cinta yang bermahkotakan kesetiaan. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta Anda tidak Anda bekali untuk “setia di saat duka sedang berkuasa.” Jadi, belajarlah menjadi penghibur yang baik bagi pasangan. Mulailah dari mencintai diri dengan benar dan selalu setialah terhadap cinta Anda. Yakinlah, hubungan kasih bersama pasangan akan semakin mesra dengan suasana penuh penghiburan ini.
5. PAHAMI SEPENUH HATI Manusia tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Seringkali, pasangan berada dalam situasi sulit dan mungkin Anda pun kesulitan untuk memahaminya. Mungkin ia sedang frustrasi, putus asa, atau gagal. Nah, Anda harus bisa memahami hati pasangan yang sedang terpuruk ini. Pahami dia dengan sepenuh hati, jangan malah terpancing memperburuk suasana batinnya. Misalnya Anda mengomeli kenapa dia bisa gagal, atau menyalahkannya.
Hindari sikap seperti ini. Hanya dengan tetap setia kepada cinta Anda, Anda akan mampu menerima dan memahami suasana hati pasangan. Dengan kesetiaan pula, Anda menginspirasi pasangan untuk sesegera mungkin bangkit dari frustrasinya. Semua itu hanya dapat Anda lakukan dengan cinta, bukan? Jangan sedetik pun meninggalkan cinta Anda dan tetap setialah di dalamnya. Dengan begitu, pasangan akan lebih mencintai Anda karena Andalah yang bisa menjadi penyejuk di saat suasana buruk terjadi.
6. SYUKURI APA YANG TERJADI Jangan mengeluh dan mengumpat bila Anda sedang gagal, berduka, ataupun kecewa. Ucapkan syukur atas karunia hari-hari Anda yang penuh warna pengalaman hidup. Ucapkan syukur karena semua peristiwa membawa Anda bertumbuh dalam kedewasaan.
Dengan sikap ini, Anda akan dapat tetap setia dalam cinta Anda. Kekalutan hidup tidak akan membuat jiwa Anda kerdil. Bahkan sebaliknya, Anda akan semakin tangguh menghadapi apa pun yang terjadi. Jadi, tetap setialah kepada cinta Anda dengan mensyukuri semua pengalaman hidup Anda. Dari sinilah hubungan kasih dengan pasangan akan semakin kokoh.
7. MANDIRI DALAM PIKIR DAN TINDAKAN Kemandirian bukan berarti harus memikirkan diri sendiri tanpa memerhatikan orang lain, terutama pasangan hidup. Kemandirian dalam berpikir dan bertindak berarti mengedepankan rasa percaya diri dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi. Dengan demikian, tak perlu menunggu pasangan bertindak ketika Anda harus menentukan sikap terhadap suatu momen penting.
Kemandirian akan membuat Anda dapat tetap setia terhadap pasangan dan diri Anda sendiri. Anda akan semakin yakin bahwa cinta Anda membawa kekuatan diri yang berujung pada sikap positif dalam memandang cinta dan jalinan kasih Anda. Untuk itu, berusahalah untuk mandiri dalam pikir dan tindakan, agar kesetiaan terhadap cinta terus pula berkembang. Hubungan kasih pun akan semakin kuat dan mandiri.
8. TEGUH DALAM HARAPAN Cinta tanpa pengharapan tentu akan sia-sia. Hidup tak akan pernah bergerak ke depan tanpa pengharapan. Seakan tidak memiliki fokus ke arah yang lebih baik lagi. Anda juga tidak akan dapat menambahkan sedikit demi sedikit makna cinta dalam hidup Anda. Untuk itu, milikilah harapan dan berusahalah untuk selalu untuk mewujudkannya.
Dengan demikian, Anda akan tetap setia kepada cinta Anda; karena harapan Andalah yang mendorongnya. Tanpa setia dalam cinta, Anda tidak akan bergairah dalam mewujudkan harapan-harapan Anda, terutama harapan agar hidup penuh kasih dan sayang dengan pasangan. Jadi, selalu perteguh harapan akan hidup lebih baik dalam cinta dan kehidupan Anda berdua.
9. PADUKAN KATA DAN PERBUATAN Cinta sebaiknya tak hanya disimpan di bibir semata. Juga, jangan hanya diungkapkan dengan untaian kata yang indah. Padukan kata dan perbuatan, sehingga makna cinta Anda dapat Anda rasakan bersama pasangan. Paduan ini akan menjadi bukti bahwa Anda tetap setia terhadap cinta Anda. Kesetiaan ini membuat hubungan kasih bersama pasangan selalu berada dalam kejujuran dan kepercayaan.
Ini karena Anda selalu setia dan konsisten terhadap ucapan dan perbuatan Anda. Dengan demikian, Anda berdua akan benar-benar menikmati kesetiaan dengan sepenuh hati. Tidak ada kekhawatiran akan terjadi kebohongan
Minggu, 20 November 2011
Memilih dan Memilah usaha/investasi di saat Krisis
Siapa yang tida tahu bahwa dunia sedang mengalami krisis. Karena saat produk suda banyak dihasilkan tapi pembelian relatif masih sangat kecil. Itu karena daya beli masyarakat tergolong kecil karena lebih memikirikan untuk menaruh atau menaungka uangnya di tempat-tempat yang dianggap menguntungkan. apalagi kata BI juga taun depat krisis tidak hanya memasuki sektor keungan juga tapi juga sudah memasuki sektor riil, yang berarti pengaruh langsung kepada para produsen. Saat anda bergabung dalam www.agensukses.com bisa membantu anda dalam menanggulangi beberapa permasalahan krisis tersebut. Dengan semangat mebagun kerjaan bisnis bersama, kita memiliki kekutan yag sanga dahsyat untuk meujudkannya. Karena kita seperti memiliki sebuah bisnis online sendiri yang pengelolaannya bisa di sesuaika dengan kemampua yg dimiliki. Jika kai maju, kai pun ingin bayak teman kai yang bisa maju dengan bersama bergabung dengan www.agensukses.com Buruan gabung !!!! buar kau banak dapet keuntungannya.....
Siapa yang tida tahu bahwa dunia sedang mengalami krisis. Karena saat produk suda banyak dihasilkan tapi pembelian relatif masih sangat kecil. Itu karena daya beli masyarakat tergolong kecil karena lebih memikirikan untuk menaruh atau menaungka uangnya di tempat-tempat yang dianggap menguntungkan. apalagi kata BI juga taun depat krisis tidak hanya memasuki sektor keungan juga tapi juga sudah memasuki sektor riil, yang berarti pengaruh langsung kepada para produsen. Saat anda bergabung dalam www.agensukses.com bisa membantu anda dalam menanggulangi beberapa permasalahan krisis tersebut. Dengan semangat mebagun kerjaan bisnis bersama, kita memiliki kekutan yag sanga dahsyat untuk meujudkannya. Karena kita seperti memiliki sebuah bisnis online sendiri yang pengelolaannya bisa di sesuaika dengan kemampua yg dimiliki. Jika kai maju, kai pun ingin bayak teman kai yang bisa maju dengan bersama bergabung dengan www.agensukses.com Buruan gabung !!!! buar kau banak dapet keuntungannya.....
Jumat, 18 November 2011
Kenali Bakat dan Bangun Karir Anda
Karena jawabannya terkadang tidak, jadi kita lebih sering menghidari masalah ini. Tetapi mengabaikan untuk menaksir bakat Anda bukanlah strategi yang benar.
Berita baiknya
adalah bahwa kebanyakan profesi atau pekerjaan, bahkan yang paling
menarik sekalipun, dapat diakses asalkan Anda bersedia untuk bekerja
keras. Berita yang lebih baik lagi adalah biasanya bakat kita sama
dengan apa yang menarik bagi kita.
Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius. Peluang terbaik untuk menemukan bakat tersembunyi Anda adalah dengan menyelidiki bakat-bakat terdalam Anda, kemudian tumbuhkanlah kekuatan-kekuatan yang diakui di pasar.
Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius. Peluang terbaik untuk menemukan bakat tersembunyi Anda adalah dengan menyelidiki bakat-bakat terdalam Anda, kemudian tumbuhkanlah kekuatan-kekuatan yang diakui di pasar.
Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ahli psikologi bisnis Timothy Butler dan James Waldroop dari Harvard menyimpulkan, "Ada delapan fungsi bisnis inti, semuanya adalah kegiatan dasar seperti analisis kuantitatif, pengembangan teori, berpikir perseptual, mengelola orang, pengendalian usaha, dan produksi kreatif.
Jika Anda memperhatikan minat terdalam Anda dan memikirkan bagaimana hal itu dapat dinyatakan dalam perilaku bisnis spesifik, maka Anda sudah menemukan unsur-unsur dari keputusan karir yang baik.
Ini adalah nasihat yang bijaksana tetapi belum tentu berlaku untuk sebagian kalangan, bahkan untuk kegiatan bisnis dalam pengertian yang seluas-luasnya. Mungkin Anda memiliki suatu hobi atau kegemaran yang secara tidak langsung dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang komersial, namun Anda tidak tahu bagaimana memulainya.
Gagasan 'do what you love, the money will follow' kelihatannya sangat cantik dan ideal untuk dijadikan sasaran, tetapi Anda tidak dapat mengandalkannya kalau Anda tidak berani mencobanya mulai saat ini. Kadangkala kita sering merasa minder hanya gara-gara bakat dan kemampuan kita 'belum mendapat pengakuan'.
Sadarilah bahwa pasar di luar sana bukan main kompetitif, dengan banyak sekali orang sangat berbakat yang mencari penghidupan sesuai bakat mereka masing-masing. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan inspirasi.
Perlakukanlah bakat kita sebagai sesuatu yang harus selalu dirawat dan dipelihara untuk meraih kesuksesan.
Berpikir menurut alur seperti ini akan membuat Anda bebas mempertimbangkan kehidupan ekonomi Anda sebagai bagian dari teka-teki multidimensional kehidupan yang sempurna. Jadi, mulai saat ini temukanlah sesuatu yang unik dari bagian diri Anda untuk dikembangkan menjadi suatu pilihan karir atau sumber pendapatan.
Berpikir menurut alur seperti ini akan membuat Anda bebas mempertimbangkan kehidupan ekonomi Anda sebagai bagian dari teka-teki multidimensional kehidupan yang sempurna. Jadi, mulai saat ini temukanlah sesuatu yang unik dari bagian diri Anda untuk dikembangkan menjadi suatu pilihan karir atau sumber pendapatan.
Berikut ini ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menyelidiki bakat Anda:
- Cobalah buat sebuah buku harian pekerjaan dan catatlah pada bidang apa sajakah Anda biasanya merasa cocok atau sering mendapatkan pujian untuk hal itu.
- Tulis kekuatan-kekuatan yang Anda miliki di satu kolom dan buatlah verifikasi tentang mengapa itu menjadi kekuatan Anda di kolom lainnya. Setelah mencatat sekitar sepuluh kekuatan, tentukanlah priroritas kekuatan yang Anda miliki.
- Sering-seringlah bertanya pada diri Anda sendiri tentang apa sajakah yang anda anggap sebagai prestasi atau kepandaian terbesar anda selama ini.
- Lihat jenis-jenis kecerdasan/intelejensia di bawah ini dan renungkan mana yang terbaik yang anda miliki:
- Logis-matematis: anda senang menganalisis masalah dan berstrategi.
- Spatial: anda cenderung artistik, juga suka mengatur-atur obyek.
- Musikal: anda punya sensitifitas tinggi pada irama dan tempo.
- Linguistik: anda pandai bersilat lidah dan membawakan cerita.
- Interpersonal: anda mudah dan terampil dalam bersosialisasi.
- Bodily-kinesthetic: anda punya bakat olah tubuh yang luar biasa.
- Intrapersonal: anda mampu memahami dan merasakan diri sendiri.
- Naturalis: anda suka ke alam bebas dan berupaya melindunginya.
- Spatial: anda cenderung artistik, juga suka mengatur-atur obyek.
- Musikal: anda punya sensitifitas tinggi pada irama dan tempo.
- Linguistik: anda pandai bersilat lidah dan membawakan cerita.
- Interpersonal: anda mudah dan terampil dalam bersosialisasi.
- Bodily-kinesthetic: anda punya bakat olah tubuh yang luar biasa.
- Intrapersonal: anda mampu memahami dan merasakan diri sendiri.
- Naturalis: anda suka ke alam bebas dan berupaya melindunginya.
5. Minta pada kawan yang mengenal Anda dengan baik dan pertimbangannya
selalu Anda dengarkan, untuk menyebutkan lima kekuatan utama Anda dan
alasannya.
6. Untuk suatu pandangan diri
yang lebih lengkap dan obyektif, ajak sekelompok teman dekat untuk
membicarakan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Apakah yang orang
lain katakan sebagian cocok dengan bagaimana Anda melihat diri Anda?
http://www.laboratoriummarketing.com/index.php
Rabu, 16 November 2011
HATI yang Harus selalu dijaga secara HATI_HATI
Ada banyak makalah yang udah lamaaa banget. Isinya cukup bagus sayang kalo tidak di share. Tapi saya tidak tahu siapa penulisnya. Tulisan ini membicarakan soal hati.
Hati Ibarat raja bagi organ tubuh lainnya, ia yang menentukan segala aktifitas kita jika ia rusak maka rusaklah seluruhnya.

2. Hati yang Mayyit (mati), kebaikan dari hati yang suci, hai ini tidak pernah mengenal Illah nya, tidak menyembah-Nya atau mencintai-Nya. Dalam hati ini segala perbuatan didasrkan atas hawa nafsu semata. Hawa nafsu, syahwat dan kebodohan yang menjadi pembimbingnya.
3. Hati yang maridl (sakit). Hati yang sebenarnya memiliki kehidupan tapi masih tersimpan bibit penyakit. Hati jenis ini tergantung pada yang mendominasinya, iman atau hawa nafsu.
Hati Ibarat raja bagi organ tubuh lainnya, ia yang menentukan segala aktifitas kita jika ia rusak maka rusaklah seluruhnya.
Pembagian Hati :
1. Hati yang shohih (suci), yaitu hati yang sehat dan bersih dari sehala nafsu yang menentang perintah dan larangan Allah. Hati yang murni menyerahkan pengabdiannya (ubudiyah-nya) kepada Allah, baik secara karsa, cinta, berserah diri bahkan seluruh aktifitasnya hanya untuk Allah semata.2. Hati yang Mayyit (mati), kebaikan dari hati yang suci, hai ini tidak pernah mengenal Illah nya, tidak menyembah-Nya atau mencintai-Nya. Dalam hati ini segala perbuatan didasrkan atas hawa nafsu semata. Hawa nafsu, syahwat dan kebodohan yang menjadi pembimbingnya.
3. Hati yang maridl (sakit). Hati yang sebenarnya memiliki kehidupan tapi masih tersimpan bibit penyakit. Hati jenis ini tergantung pada yang mendominasinya, iman atau hawa nafsu.
Langganan:
Komentar (Atom)