Jumat, 24 Juli 2009

MY FIRST ONLINE EXPERIENCE

Awal tahun 2000 merupakan perkenalan pertamaku pada internet. Tepatnya, saat menjalani magang di perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Aku ingin mengetahui dunia internet agar aku mengetahui dunia yang lebih luas dan bisaberkomunikasi dengan dunia Apalagi aku termasuk orang yang tidak mau ketinggalan berita. Menjadi cita-citaku sejak dahulu adalah menjadi orang yang bermanfaat, dan berharap dunia internet dapat membantuku mewujudkannya. Walau sampai sekarang belum maksimal memanfaatkannya.

Pertama internetan mencoba browsing, asal ketik di address (yang ada tulisan http:…… ).dengan sembarangan kata. Pada saat mencoba mencari situs perpustakaan terjadi kesulitan, masalahanya karena tak tahu perpustakaan masuk dalam kategori yang mana; com, co.id, ord atau go.id. Kesulitan yang aku dapat sempat menyebabkan BeTe sesaat. Tapi aku mencoba lagi di lain waktu. Searching berikutnya agar lebih mudah, aku masuk ke address yang telah tersimpan. Detik.com merupakan situs berita pertama yang aku kenal. Aku terkagum dibuatnya, karena kecepatan berita yang dipublikasikan, padahal media lain belum memberitakan.

Setelah beberapa bulan hanya bisa browsing. Maklumlah fasilitas terbatas. Mencoba membuat e-mail, selalu saja ada kendala. Salah satunya adalah kendala bahasa. Tapi sekarang, sudah banyak domain berbahasa indonesia. Membuat nama e-mail harus unik agar mudah diingat dan disetujui. Ini berarti perlu kretifitas dalam pemilihan nama. Belumlah sukses pembuatan e-mailnya, senior sudah kasih wejangan (atau doktrin terselubung ya...) agar tidak chating. Karena katanya: “chating bisa membuat kita lupa kerjaan dan hanya menghabiskan waktu percuma”. Aku berbenak :“e-mail aja belum bisa apalagi chating!”. Perkataan itu membuatku sempat anti chating hingga beberapa tahun. Magang selesai, berarti tidak ada lagi fasilitas gratis untuk belajar internet. Padahal sungguh disayangkan, karena saat itu masih sedikit orang yang tahu tentang internet.

Pekerjaanku saat itu tidak berhubungan dengan komputer. membuatku terlupa dengan internet. Dan akhirnya, di tahun 2003 interaksi dimulai kembali. Karena belum punya e-mail, maka e-mail adalah target pembelajaranku sekarang. Sempat sudah bisa punya e-mail di eramuslim dan boleh.com, tapi rasanya tidak puas jika tidak punya di yahoo. Semua teman mengatakan mudah membuatnya. “Tapi kenapa aku belum bisa buatnya?”, diriku berujar sendiri,“apakah aku memang bodoh?” (jadi sedikit mencela diri padahal itukan tidak baik). Untuk internetan aku harus ke warnet, setiap datang kesana rasanya deg-degan terus, takut waktunya habis dan uangnya kurang. Jadi tidak tenang, pengaruhnya pembuatan e-mail jadi tidak sukses. Lalu aku meminta tolong kepada junior (adik kelas di almamater) untuk membuatkan e-mail. Berharap pembelajaran bisa berlanjut ketahap selanjutnya. Tapi, walaupun sudah punya e-mail, aku belum bisa mengaksesnya (karena passwordnya sulit masuk). Kena kritik deh dari junior, katanya, “percuma sudah dibuatin e-mail, tapi yang punya tidak bisa mengelolanya”. Aduh... rasanya nyentil dikuping. Tapi kendala adalah tantangan untuk maju. Mulai saat itu, tekadku bulat untuk bisa melakukannya sendiri. Sayangnya baru sampai tahapan ini aku belajar, aku jatuh sakit yang merubah sebagian besar jalan hidupku. Termasuk pola berfikir tentang kehidupan.

Banyak hal terlupa, banyak semangat hilang. Setelah aku mau membuka diri dengan dunia luar barulah semangat belajar timbul lagi. Tepatnya ditahun lalu, tahun2008, merupakan babak baru mempelajari dunia internet. Sekarang, internet sudah berkembang sangat pesat. Dan aku belum mahir menggunakannya walau sudah lama mengenalnya, merasa tenggelam dalam ketidaktahuan. Saat ini marak sekali situs jejaring sosial diinternet. Ada friendster, blog dan facebook. Berarti kita masih bisa bersosialisasi dengan orang walau hanya didalam rumah. Itu sangat cocok bagiku yang tidak berani berhadapan langsung dengan orang lain.

Tubuh mulai sehat, aku mencoba berjalan kewarnet terdekat tentunya dengan didampingi orang lain untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Pembimbingku saat ini adalah juniorku yang berumur 8 tahun lebih muda, masih dari almamater yang sama. Awalnya sempat malu mengakui ketidakmampuan. Tapi itu bisa ditepis dan tanpa diduga dia tidak meremehkanku. Dengan sabar mengajarkan dari awal lagi tentang internet dari: browsing, membuat e-mail dan chating. Sekarang aku sudah tidak anti chating. Malah sempat berkata dengan nada promosi, “chating itu mempermudah kita untuk mengungkapkan keinginan saat berdiskusi!”. Senang rasanya, pembelajaran tidak menemui kendala berarti. Wajahpun dengan mudah mengeluarkan senyuman terindah. Keinginan yang sempat terpendam timbul kembali. Hikmah yang kudapatkan adalah melakukan sesuatu walau tampaknya mudah harus tetap teliti dan terus mencoba juga memegang peranan untuk sukses.

Delapan tahun, proses yang tidak sebentar untuk sampai ketahapan dasar dunia internet. Semoga semua kendala tidak menyurutkan semua cita-citaku dahulu. Rasa terimakasihku kepada semua yang telah mendukung tidak dapat terlukiskan. Dan tulisan ini sebagai sebuah bukti bahwa kalian semua berarti dalam hidupku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar