Senin, 07 November 2011

Gembira dan Sedih

Setiap orang pasti pernanh merasakannya. Tapi tidak banyak orang bisa mengambil hikmah dari setiap yang dirasakannya. Apalagi untuk bangkit menjadi seseorang yang baik setelah merasakannya. Hal inilah kemudian yang menjadi salah satu kelebihan dari orang-orang yang memiliki nafsu yang muthmainnah (tenang), karena di dalam tawanya dia tidak pernah melupakan tangisnya dan dalam tangisnya dia tidak pernah melupakan tawanya. Tidak berlebihan dalam mengekspresikan emosinya. Seluruh yang berada disekelilingnya akan merasakan, ketentraman, dan kebahagiaan yang sulit di utarakan oleh sebuah kata sekalipun.
Rasa gembira hadir sebagai pasangan dari rasa sedih. Tidak akan bermakna satu sama lain , jika yang lain tak ada. Bumipun menjadi tempat yang menyenangkan karena adanya kedua hal tersebut. 
Siapapun didunia ini menginginkan ketenangan dan ketentraman dalam hidup. Hal itu bisa dicapai dengan menyeimbangkan rasa gembira dan sedih dalam diri. Meletakkan sesuatu sesuai pada tempatnya, tidak menganak emaskan yang satu dengan yang lain.
Rasa gembira dapat mudah sekali muncul ketika keinginan dari emosi ataupun nafsu dapat terpenuhi. Menjadikan dunia sangat luas dalam fikirannya. Menyebabkan tidak terlihat dinding sejauh mata memandang untuk menghalangi keinginan. Sehingga jiwa dan raga lebih siap dalam menghadapi kondisi apapun yang berasal dari dalam maupun luar dirinya. Namun demikian, bukan berarti rasa gembira tidak memimiliki cela. Justru cela yang diakibatkannya bisa sangat parah, yaitu munculnya kesombongan dalam diri. Karena tertawa yang berlebihan dapat mematika hati. Tidak peka terhadap sekelilingnya dan hanya menghalalkan berbagai cara agar kesenangan yang diinginkan dapat terwujud. Itulah akibat yang sangat berat yang bisa terjadi.
Begitupun rasa sedih, yang memang harus ada. Air mata menetes untuk membersihkan kotoran yang ada di mata, sekaligus kotoran yang berada di dalam hati. Karena dengan menangis dapat menjadikan hati menjadi lebih lembut, mudah tersentuh oleh kelemahan yang ada di dalam dirinya dan diluarnya sehingga mudah untuk mengetahui kelemahan diri. Orang yang telah mengetahui kelemahanya akan tau bagaimana cara mendidik dirnya sendiri. Hal inipun buka berarti tanpa cela. Orang yang telalu sering merasakan kesedihan akan dapat kehilangan asa atau harapan dalam hidup. Akan banyak sekali terlihat dinding yang tebal saat ingin mewujudkan sesuatu. Mudah tersinggung dengan masalah yang ada. Karena dalam Hidupnya haya ada warna HITAM dan ABU-ABU.
Dengan pengetahuan mengenai rasa gembira dan senang ini, semoga kita bisa menjadi pribadi yang dapat menyeimbangkannya. Menjadi manusia mulia dan terhormat pun akan dengan sendirinya mengikuti.
Terimakasih atas perhatiannya, semoga ada yang mau mengoreksinya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar