[Catatan] Aku Akan Tetap Menjadi Rahasia
oleh Bezie Galih Manggala pada 13 Desember 2011 pukul 11:26
Aku Akan Tetap Menjadi Rahasia
: untukmu, kau yang duduk disana
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mencipta suara pada alam raya, menggantungkan rangkai bintang yang jumawa bercahaya. Menceritakan kisah manusia sejak Adam-Hawa. Menghadirkan apa yang kau rasa saat kau tertawa.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mendengarkanmu nan berbisik manja; kau yang sibuk bercerita tentang luap cita-cita, yang mengalir masuk kepada pesona didalam hatimu nan penuhi daya, pada setiap jejakmu menderas upaya.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang memperhatikanmu dari tabir jingga, ia yang tak lagi sempat disingkap semesta; yang menyisip melalui gores dan goresan sketsa, merupai garis dan garis cahaya yang kau sebut warna, membiarkan jelma rangkai bunga-bunga.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mengabulkan do'a yang kau gumamkan kepada celoteh, yang kau titip pada tawa; bersamai canda yang kau rangkai bersama mereka yang selalu mampu menghadirkan binar pada dua buah bola yang bersinar begitu jelita, di matamu; meski sesekali pula ia menitikkan butir-butir air yang menanda duka.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang terpantul kepada refleksi, yang mengalir di kedua bulirnya; diam-diam memelukmu saat malam mulai kau jalani dengan sepi; menghadir-ruang pada hatimu yang menyesak, menghalaukan luka-luka yang meresak.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang sejati, ada pada setiap helai nafas yang kau hirup; memberikan hidup kepada udara yang kubuat di sekitarannya. Membiarkan lega rongga dada yang tlah kau penuhi dengan kekhawatiran yang sesekali menggoda, menggantikannya dengan penghiburan yang entah kau sadari ada, atau tidak.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang memaafkan setiap laku pengkhianatan yang kau rupai tanpa kau sengaja; kuhapuskan noda pada catatan rahasia yang kutulis jauh sebelum kau remaja. Kuhadirkan cinta yang kusisipkan pada kertas kado dengan pita-pita, kusiapkan begitu sempurna; kuharap kau suka.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang menunggumu hadir bercerita, mengisahkan tawa atau canda yang membuatmu bahagia; membacakan tanda-tanda yang kukutipkan dihadapnya, memintamu rela.
Aku akan tetap menjadi rahasia yang bersetia menunggumu berkeluh, menantimu bersimpuh disana.
(Aku akan tetap menjadi Rahasia yang senantiasa mengingatmu, meski sesekali kau lupa.)
- Muharram 1433
a friend's request
: untukmu, kau yang duduk disana
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mencipta suara pada alam raya, menggantungkan rangkai bintang yang jumawa bercahaya. Menceritakan kisah manusia sejak Adam-Hawa. Menghadirkan apa yang kau rasa saat kau tertawa.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mendengarkanmu nan berbisik manja; kau yang sibuk bercerita tentang luap cita-cita, yang mengalir masuk kepada pesona didalam hatimu nan penuhi daya, pada setiap jejakmu menderas upaya.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang memperhatikanmu dari tabir jingga, ia yang tak lagi sempat disingkap semesta; yang menyisip melalui gores dan goresan sketsa, merupai garis dan garis cahaya yang kau sebut warna, membiarkan jelma rangkai bunga-bunga.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mengabulkan do'a yang kau gumamkan kepada celoteh, yang kau titip pada tawa; bersamai canda yang kau rangkai bersama mereka yang selalu mampu menghadirkan binar pada dua buah bola yang bersinar begitu jelita, di matamu; meski sesekali pula ia menitikkan butir-butir air yang menanda duka.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang terpantul kepada refleksi, yang mengalir di kedua bulirnya; diam-diam memelukmu saat malam mulai kau jalani dengan sepi; menghadir-ruang pada hatimu yang menyesak, menghalaukan luka-luka yang meresak.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang sejati, ada pada setiap helai nafas yang kau hirup; memberikan hidup kepada udara yang kubuat di sekitarannya. Membiarkan lega rongga dada yang tlah kau penuhi dengan kekhawatiran yang sesekali menggoda, menggantikannya dengan penghiburan yang entah kau sadari ada, atau tidak.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang memaafkan setiap laku pengkhianatan yang kau rupai tanpa kau sengaja; kuhapuskan noda pada catatan rahasia yang kutulis jauh sebelum kau remaja. Kuhadirkan cinta yang kusisipkan pada kertas kado dengan pita-pita, kusiapkan begitu sempurna; kuharap kau suka.
Aku akan tetap menjadi Rahasia yang menunggumu hadir bercerita, mengisahkan tawa atau canda yang membuatmu bahagia; membacakan tanda-tanda yang kukutipkan dihadapnya, memintamu rela.
Aku akan tetap menjadi rahasia yang bersetia menunggumu berkeluh, menantimu bersimpuh disana.
(Aku akan tetap menjadi Rahasia yang senantiasa mengingatmu, meski sesekali kau lupa.)
- Muharram 1433
Tidak ada komentar:
Posting Komentar