Senin, 26 Desember 2011

Doa Untuk Kata Terindah Yang Pernah Terucap Dari Mulut Manusia -->> IBU

oleh Septian Hadi pada 22 Desember 2011 pukul 9:09
Ya Allah, jadikan takut kepada kedua orang tuaku seperti takut pada penguasa zalim, dan berbuat baik pada keduanya dengan kebajikan ibu yang penyayang.
Jadikan ketaatanku kepada kedua orang tuaku dan kebajikanku kepada mereka lebih mententramkan hatiku dari tidur kepada orang yang mengantuk lebih menyejukkan hatiku dari seteguk air bagi yang kehausan

Sehingga aku dahulukan kehendak mereka di atas kehendakku, aku utamakan ridho mereka di atas ridhoku, aku anggap kebajikannya walaupun sedikit dan aku anggap sedikit kebajikanku walaupun banyak.

Ya Allah
Indahkan kepada mereka ucapanku
Haluskan kepada mereka tabiatku
Lembutkan kepada mereka hatiku
Jadikan aku orang yang sangat mencintai mereka

Ya Allah
Balaslah kebaikan mereka karena telah mendidikku
Berikan ganjaran kepada mereka karena telah memuliakanku
jagalah mereka sebagaimana mereka memelihara aku pada masa kecilku

Ya Allah
untuk setiap derita yang menimpa mereka karenaku
untuk setiap hal yang tidak enak yang mengenai mereka karenaku
untuk setiap hak mereka yang kau abaikan
jadikan semua itu penghapus dosa mereka
ketinggian derajat mereka, kelebihan dalam kebaikan mereka

Wahai Yang Mengubah keburukan dengan kebaikan berlipat ganda

“Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya .”(HR.Ad Dailami)

kalo kata bung Rhoma: "tiada keramat yang ampuh di dunia, selain dari doa ibumu jua"

  1. Sembilan bulan emak mengandung, membawa beban, dengan kata lain "karomah". berat banget, oleh karena Allah memberikan rahmat berupa kasih sayang, maka beban itu tak terlalu dirasa
  2. Air susu ibu yang membentuk kita, jiwa raga kita dari kasih sayangnyaBeliaulah sumber kehidupan di kala kita sedang dikandung 
  3. Manusia satu-satunya yang menyayangi tanpa ada batasnya...IBU"kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia" 
  4. Ridho Tuhan, karena ridho beliau...murka Tuhan, karena murkanya.Bahkan, kutukannya pun menjadi kenyataan.. 
  5. Orang yang pertama kali mengenalkan dunia, adalah ibu.Guru pertama di dunia, yang mengajarkan tentang hitam, putih, kuning...yang mengajarkan kita untuk tersenyum dan bicara. Menyemaikan iman mengamalkan taqwa untuk menjadi manusia yang beradab dan berguna demi agama dan bangsa.
  6. Bukan kuburan atau benda-benda peninggalan sejarah yang keramat. Tetapi yang paling keramat yang paling ampuh di dunia adalah DOA IBU.
  7. Tanpa mengesampingkan Ayah, ibu adalah sosok yang sangat mulia, bahkan Rasulullah menyebut kata "ibu" sebanyak 3 kali.
  8. Tahukan kamu tempat teraman di dunia, adalah di pangkuan ibu
Jangan hanya hari ini kita memuliakan dan menyayangi Ibu dan Ayah
jaga hatinya dan sempurnakan amanah mereka setiap hari

Ya Allah tempatkan mereka di surga kelak
Jadikan hamba sebagai jembatan pengubung mereka dengan surga dan pertemukan kita di Surga JannahMu yang kekal kelak...

untuk semua perempuan pejuang yang disebut "IBU", semua rahmat Allah selalu menjaga kalian
dan untuk perempuan paling istimewa sepanjang hidup...ibuku
kami menyayangimu selalu

dua wanita perhiasan terindah yang pernah ada di dunia... ^_^ mak dan putrinya
I love you, Mom
doa untuk kedua orang tua
terima kasih ibu

Selasa, 20 Desember 2011

Mujahidah dari Bumi Jihad

Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…

Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…

Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…

Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…

Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini…

by marwan hadid

Rabu, 14 Desember 2011

[Catatan] Aku Akan Tetap Menjadi Rahasia

oleh Bezie Galih Manggala pada 13 Desember 2011 pukul 11:26
Aku Akan Tetap Menjadi Rahasia
: untukmu, kau yang duduk disana

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mencipta suara pada alam raya, menggantungkan rangkai bintang yang jumawa bercahaya. Menceritakan kisah manusia sejak Adam-Hawa. Menghadirkan apa yang kau rasa saat kau tertawa.

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mendengarkanmu nan berbisik manja; kau yang sibuk bercerita tentang luap cita-cita, yang mengalir masuk kepada pesona didalam hatimu nan penuhi daya, pada setiap jejakmu menderas upaya.

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang memperhatikanmu dari tabir jingga, ia yang tak lagi sempat disingkap semesta; yang menyisip melalui gores dan goresan sketsa, merupai garis dan garis cahaya yang kau sebut warna, membiarkan jelma rangkai bunga-bunga.

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang mengabulkan do'a yang kau gumamkan kepada celoteh, yang kau titip pada tawa; bersamai canda yang kau rangkai bersama mereka yang selalu mampu menghadirkan binar pada dua buah bola yang bersinar begitu jelita, di matamu; meski sesekali pula ia menitikkan butir-butir air yang menanda duka.

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang terpantul kepada refleksi, yang mengalir di kedua bulirnya; diam-diam memelukmu saat malam mulai kau jalani dengan sepi; menghadir-ruang pada hatimu yang menyesak, menghalaukan luka-luka yang meresak.

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang sejati, ada pada setiap helai nafas yang kau hirup; memberikan hidup kepada udara yang kubuat di sekitarannya. Membiarkan lega rongga dada yang tlah kau penuhi dengan kekhawatiran yang sesekali menggoda, menggantikannya dengan penghiburan yang entah kau sadari ada, atau tidak.

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang memaafkan setiap laku pengkhianatan yang kau rupai tanpa kau sengaja; kuhapuskan noda pada catatan rahasia yang kutulis jauh sebelum kau remaja. Kuhadirkan cinta yang kusisipkan pada kertas kado dengan pita-pita, kusiapkan begitu sempurna; kuharap kau suka.

Aku akan tetap menjadi Rahasia yang menunggumu hadir bercerita, mengisahkan tawa atau canda yang membuatmu bahagia; membacakan tanda-tanda yang kukutipkan dihadapnya, memintamu rela.

Aku akan tetap menjadi rahasia yang bersetia menunggumu berkeluh, menantimu bersimpuh disana.

(Aku akan tetap menjadi Rahasia yang senantiasa mengingatmu, meski sesekali kau lupa.)

- Muharram 1433

a friend's request

Hidup Optimal Dalam Kebaikan

Oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin


Dalam Alquran surah al-Mulk [67] ayat 1-2, Allah SWT berfirman, "Mahasuci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (ihsan). Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun."

Ayat tersebut memberikan penjelasan secara gamblang bahwa Allah SWT adalah Zat yang Mahakuasa atas segala sesuatu yang kekuasaan-Nya bersifat absolut. Allah pula yang mengangkat dan menurunkan derajat seseorang, sesuai dengan kehendak-Nya. Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian. Dan semuanya itu bertujuan untuk menguji manusia manakah yang paling optimal atau ihsan di dalam melakukan perbuatan baik.

Optimalisasi dalam berbuat baik (ihsan) merupakan salah satu watak dan karakter utama orang-orang yang beriman. Artinya, ketika berbuat kebaikan, dilakukannya penuh dengan kesungguhan, perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terukur, serta evaluasi yang terarah. Tidak asal mengerjakan atau asal terpenuhi tugas dan kewajibannya.

Rasulullah SAW memberikan contoh bahwa shalat yang akan diterima itu adalah shalat yang diawali dengan wudhu yang baik, terpenuhi syarat dan rukunnya, berdiri, ruku, dan sujud yang dilakukannya secara sempurna dan tuma'ninah. Bahkan, ketika hal ini dilakukan, shalat pun berdoa kepada Allah SWT: "Ya Allah peliharalah orang ini dengan sebaik-baiknya karena ia telah memelihara aku dengan penuh kesungguhan." (HR Imam Bukhari).

Sejalan dengan hal tersebut, para ulama telah menetapkan tiga syarat utama di dalam beribadah. Pertama, dilakukan dengan penuh keikhlasan hanya semata mengharapkan rida Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman-Nya QS al-Bayyinah (98): 5. "Padahal, mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus."

Kedua, dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan syariah. Tidak semata-mata berdasarkan pada perasaan atau mungkin tradisi dan kebiasaan saja. Dan yang ketiga adalah pelaksanaannya senantiasa dilakukan dengan penuh kesungguhan (mujahadah).

Tentu saja, kesungguhan ini bukan hanya pada ibadah mahdah (wajib), tetapi pada semua pekerjaan, apalagi yang berkaitan dengan kepentingan publik. Seorang pejabat dinilai bukan ditentukan oleh banyaknya pekerjaan yang dilakukan ataupun lamanya ia menduduki jabatan tersebut, tetapi oleh upaya dan kerja yang dilakukannya dengan penuh kesungguhan mengabdi pada kepentingan bersama.

Misalnya, ia tidak memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya. Sebab, jabatan itu adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan pada masyarakat dan juga kepada Allah SWT di hari kiamat nanti. Karena itu, dalam menghadapi situasi politik dan ekonomi sekarang ini yang sering menghadapi gejolak, maka konsistensi dan optimalisasi para pejabat di dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya merupakan sebuah keniscayaan sekaligus kebutuhan. Wallahu a'lam.

sumber: Republika.co.id

Selasa, 13 Desember 2011

Agen Sukses.com

.
smar-v
smarv
Inilah Saatnya Ledakan Keuangan Anda !!
Maraknya bisnis online yang menjanjikan "EASY MONEY" telah membius jutaan orang untuk mencoba peruntungannya, ada yang berkedok bisnis Investasi, MLM online dan Arisan Online.
Apakah Anda pernah menjadi salah satu korbannya, kalo IYA maka Anda senasib dengan Kami, Jika belum Anda sungguh beruntung. Tapi Maaf, Apakah menurut Anda Kami sedang menjelek-jelekan bisnis-bisnis online tersebut dengan segala rupanya? Kami sedang tidak mengada-ada, faktanya memang begitu.
Dulu, selagi Mahasiswa, sudah puluhan kali bisnis online dengan berbagai bentuk pernah kami coba, hasilnya Nihil. Padahal saya aktif mendapatkan member, tapi setahun kemudian banyak yang tiba-tiba webnya hilang, keanggotan di delete, padahal katanya keanggotaan seumur hidup ~ faktanya cuma seumur jagung ~.
Dari kegagalan demi kegagalan tersebut kami berkesimpulan bahwa banyak orang dengan gampangnya membuat website seperti itu tanpa keseriusan dan niat baik. Lalu apakah kami kapok berbisnis Online. Awalnya kapok, tapi kemudian belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu, kami mulai mempelajari CARA GAGAL DAN CARA SUKSES dalam bisnis Online yang menjanjikan ini.

CARA SUKSES inilah yang kami terapkan di AGEN SUKSES.COM


   
Apa itu Agen$ukses.com ?  
   
AgenSukses.com adalah website Komunitas Agen Online yang bertujuan untuk saling mensukseskan anggotanya dengan cara-cara yang Smart dan Transparan.
Dengan adanya AgenSukses.com diharapkan akan meningkatkan pendapatan para anggotanya baik mereka yang tergabung lebih dahulu atau yang baru tergabung belakangan. Baca terus penjelasan Kami dan semoga Anda dapat Pencerahan.



Anda Tidak Perlu Menjual Produk di Agen$ukses.com
     
Ya benar, setiap member Agen$ukses.com tidak diwajibkan untuk menjual Produk-produk Agen$ukses.com karena menjual Produk dan meluaskan bisnis dan usaha Agen$ukses.com merupakan kewajiban kami selaku Tim Work Inti Agen$ukses.com untuk melakukannya.
Setiap Member Agen$ukses.com yang ingin mendapatkan penghasilan lebih di sini dapat menjadi Free Online / Offline Marketer kami yang pekerjaanya sangat - sangat ringan , yaitu promosikan website affiliasi Agen$ukses.com anda ke semua teman, keluarga, partner bisnis Anda dan jadikan mereka satu keluarga Agen$ukses.com. Cara bekerja menjadi Marketer Online dapat dilihat di halaman Keunggulan Kami .
Bisnis sekarang ini mengalami revolusi sejak internet marak, oleh karena itu bisnis yang baik sekarang ini lebih mengedepankan memperpendek jarak antara Customer dan pelaku usaha, lebih memposisikan Customer bukan lagi sebagai pembeli pasif, tetapi sebagai partner bisnis pelaku usaha. Dengan konsep seperti itulah Agen$ukses.com didirikan.

Flow Chart Konsep Agen$ukses.com
     
CARA SUKSES APA YANG KAMI TERAPKAN DI Agen$ukses.com agar setiap member berhasil mencapai cita-citanya ?

Mengandalkan Kerja Tim dalam pengelolaannya.
Mengedepankan kejujuran dan profesionalitas dalam pengelolaannya
Membuat Sistem IT yang Handal.
Support 100% Teknik dan Non Teknik kepada seluruh member.
Membuat Sistem yang WIN-WIN Solution untuk member
Tetap Low Profile ketika sudah SUKSES
 
Keuntungan Apa saja yang saya dapatkan ketika saya bergabung di Agen$ukses.com ?
Anda akan mendapatkan beberapa Keuntungan dibawah ini.
Komisi Sponsor hingga Jutaan Rupiah per bulan.
Komisi Jaringan sampai dengan Rp. 105.525.000.-
Bonus Prestasi hingga Puluhan Juta .
Bonus Penjualan dengan Share Profit sampai dengan 50%.
Bonus bermacam-macam Software Pendukung bisnis Anda

Senin, 12 Desember 2011

KISAH DOA

oleh Isma Choirunnisa pada 8 Desember 2011 pukul 14:14
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua,sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri. Tibalah saat yang dinantikan.
Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai.Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian,
ia berkata"Ya,aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing- masing. "Ayo ... ayo... cepat ... cepat, maju ... maju", begitu teriak mereka.

Ahha ... sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

 "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?".
Mark terdiam. "Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk- tangan yang memenuhi ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya ? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui ? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.
Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.

[#AnotherPerspective] Nasihat #1

oleh Bezie Galih Manggala pada 5 Desember 2011 pukul 11:50
Bismillahirrahmanirrahim

Ada dua kemungkinan yang terjadi pada saat kita membaca atau mendengarkan sebuah nasihat, baiklah, tiga kemungkinan:

Yang pertama adalah kita mencari-cari bagian yang paling kita suka dari nasihat tersebut, kemudian meninggalkan yang tidak kita suka.

Yang kedua adalah menelan mentah-mentah keseluruhan nasihat tersebut tanpa memahami hakikat dan kontekstualisasi nasihat tersebut pada diri.

Yang ketiga adalah mentafakuri nasihat tersebut dan menjalankannya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan (bukan keinginan) pada diri.

Adakah kemungkinan seseorang menolak mentah-mentah hakikat dan keseluruhan dari sebuah nasihat?

Ada, tapi tentunya yang demikian sejak semula memang sengaja tidak membaca/mendengarkan, sehingga sejak semula tidak perlu dikategorikan sebagai salah satu dari beberapa kelompok diatas.

semoga kita; saya dan anda, termasuk kedalam golongan orang-orang yang ketiga saat mendengarkan atau membaca sebuah nasihat

Wallahu'alam bisshawab.

- Muharram 1433

setiap muslim adalah penasihat bagi muslim lainnya; meskipun setiap orang menjalankan fungsinya dengan cara dan efektifitas yang berbeda-beda; segala sesuatunya itu adalah karena Allah, Sang Maha Sutradara, telah mengaturkan bagi kita scriptNya; kita hanya beruntung mendapati perannya..

"la insyakartum, la aziidannakum, wa la inkafartum, inna adzaabii la syadiid."
- Q.S Ibrahim 14:7

semoga digolongkan sebagai ummat yang senantiasa mencintai nasihat-nasihat yang baik.. :),

"Laa yu'minu ahadukum hatta yuhibba li akhihi, ma yuhibbu li nafsihi.."
- H.R Bukhari, dari Anas Ibn Malik R.A

doakan Allah ridha.. Jazakumullahu khair '(:

the warm snowman

ADZAN TERAKHIR BILAL BIN RABAH

oleh Abu Fahd NegaraTauhid pada 8 Desember 2011 pukul 17:21


Pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul Awal 11 H (hari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam) masuklah putri beliau Fathimah radhiyallahu anha ke dalam kamar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepadanya: ”Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.

Maka setelah kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, mereka bertanya kepada Fathimah : “Apa yg telah dibisikkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadamu sehingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?” Fathimah  berkata: ”Pertama kalinya beliau berkata kepadaku: ”Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini.” Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku:” Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yg pertama kali akan bertemu denganku.” Maka akupun tertawa.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil Hasan dan Husain, beliau mencium keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ulang wasiat itu.

Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda:” Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.” Beliau bersabda:” Mendekatlah kepadaku wahai ‘Aisyah!” Beliaupun tidur di dada istri beliau ‘Aisyah radhiyallahu anha. ‘Aisyah berkata:” Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda:” Bahkan Ar-Rafiqul A’la bahkan Ar-Rafiqul A’la.” Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A’la.

Masuklah malaikat Jibril alaihis salam menemui Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seraya berkata:” Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.” Maka beliau berkata kepadanya:” Izinkan untuknya wahai Jibril.” Masuklah malaikat Maut seraya berkata:” Assalamu’alaika wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.” Maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la (Teman yang tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu :para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya.”

‘Aisyah menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo’a:

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a’la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la.” Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:” Wahai roh yang bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yang ridha dan tidak murka.”

Sayyidah ‘Aisyah berkata:”Maka jatuhlah tangan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.” Dia berkata:”Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tidak ada yang kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yang disana ada para sahabat, dan kukatakan:” Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.” Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu terduduk karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan radhiyallahu anhu seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri. Adapun Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:” Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa alaihis salam pergi untuk menemui Rabb-Nya.” Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar radhiyallahu anhu, dia masuk kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, memeluk beliau dan berkata:”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.” Kemudian dia mencium Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata : ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”

Keluarlah Abu Bakar menemui manusia dan berkata:” Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.” Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.”

Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmat Allah orang yang paling mulia, orang yg paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi kiat tercinta Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Langit Madinah kala itu mendung. Bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan. Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggan berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak. Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan sosok manusia yang diutus sebagai rahmat sekalian alam. Di salah satu sudut Masjid Nabawi, sesosok pria yang legam kulitnya menangis tanpa bisa menahan tangisnya.

Waktu shalat telah tiba.

Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar..."

Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid. Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid.

"Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha ilallah...."

Suara bening itu kini bergetar. Penduduk Madinah bertanya-tanya, ada apa gerangan. Jamaah yang sudah berkumpul di masjid melihat tangan pria legam itu bergetar tak beraturan.

"Asy...hadu.. an..na.. M..Mu..mu..hammmad..."

Suara bening itu tak lagi terdengar jelas. Kini tak hanya tangan Bilal yang bergetar hebat, seluruh tubuhnya gemetar tak beraturan, seakan-akan ia tak sanggup berdiri dan bisa roboh kapanpun juga. Wajahnya sembab. Air matanya mengalir deras, tidak terkontrol. Air matanya membasahi seluruh kelopak, pipi, dagu, hingga jenggot. Tanah tempat ia berdiri kini dipenuhi oleh bercak-bercak bekas air matanya yang jatuh ke bumi. Seperti tanah yang habis di siram rintik-rintik air hujan.

Ia mencoba mengulang kalimat adzannya yang terputus. Salah satu kalimat dari dua kalimat syahadat. Kalimat persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Rasul ALLAH.

"Asy...ha..du. .annna..."

Kali ini ia tak bisa meneruskan lebih jauh.
Tubuhnya mulai limbung.

Sahabat yang tanggap menghampirinya, memeluknya dan meneruskan adzan yang terpotong.

Saat itu tak hanya Bilal yang menangis, tapi seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Nabawi, bahkan yang tidak berada di masjid ikut menangis. Mereka semua merasakan kepedihan ditinggal Kekasih ALLAH untuk selama-lamanya. Semua menangis, tapi tidak seperti Bilal.

Tangis Bilal lebih deras dari semua penduduk Madinah. Tak ada yang tahu persis kenapa Bilal seperti itu, tapi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu tahu.

Ia pun membebastugaskan Bilal dari tugas mengumandangkan adzan. Saat mengumandangkan adzan, tiba-tiba kenangannya bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkelabat tanpa ia bisa membendungnya. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memuliakannya di saat ia selalu terhina, hanya karena ia budak dari Afrika. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjodohkannya. Saat itu Rasulullah meyakinkan keluarga mempelai wanita dengan berkata, "Bilal adalah pasangan dari surga, nikahkanlah saudari perempuanmu dengannya".

Pria legam itu terenyuh mendengar sanjungan Sang Nabi akan dirinya, seorang pria berkulit hitam, tidak tampan, dan mantan budak.

Kenangan-kenangan akan sikap Rasul yang begitu lembut pada dirinya berkejar-kejaran saat ia mengumandangkan adzan. Ingatan akan sabda Rasul, "Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat." lalu ia pun beranjak adzan, muncul begitu saja tanpa ia bisa dibendung.

Kini tak ada lagi suara lembut yang meminta istirahat dengan shalat. Bilal pun teringat bahwa ia biasanya pergi menuju bilik Nabi yang berdampingan dengan Masjid Nabawi setiap mendekati waktu shalat. Di depan pintu bilik Rasul, Bilal berkata, "Saatnya untuk shalat, saatnya untuk meraih kemenangan. Wahai Rasulullah, saatnya untuk shalat."

Kini tak ada lagi pria mulia di balik bilik itu yang akan keluar dengan wajah yang ramah dan penuh rasa terima kasih karena sudah diingatkan akan waktu shalat. Bilal teringat, saat shalat 'Ied dan shalat Istisqa' ia selalu berjalan di depan. Rasulullah dengan tombak di tangan menuju tempat diselenggarakan shalat. Salah satu dari tiga tombak pemberian Raja Habasyah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Satu diberikan Rasul kepada Umar bin Khattab, satu untuk dirinya sendiri, dan satu ia berikan kepada Bilal. Kini hanya tombak itu saja yang masih ada, tanpa diiringi pria mulia yang memberikannya tombak tersebut. Hati Bilal makin perih. Seluruh kenangan itu bertumpuk-tumpuk, membuncah bercampur dengan rasa rindu dan cinta yang sangat pada diri Bilal. Bilal sudah tidak tahan lagi. Ia tidak sanggup lagi untuk mengumandangkan adzan.

Abu Bakar tahu akan perasaan Bilal. Saat Bilal meminta izin untuk tidak mengumandankan adzan lagi, beliau mengizinkannya. Saat Bilal meminta izin untuk meninggalkan Madinah, Abu Bakar kembali mengizinkan. Bagi Bilal, setiap sudut kota Madinah akan selalu membangkitkan kenangan akan Rasul, dan itu akan semakin membuat dirinya merana karena rindu. Ia memutuskan meninggalkan kota itu. Ia pergi ke Damaskus bergabung dengan mujahidin di sana. Madinah semakin berduka. Setelah ditinggal al-Musthafa, kini mereka ditinggal pria legam mantan budak tetapi memiliki hati secemerlang cermin.

Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, “Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.”

Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.”

Bilal menyahut, “Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam wafat.”

Abu Bakar menjawab, “Baiklah, aku mengabulkannya.” Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus. Bilal benar-benar tidak mau mengumandangkan adzan hingga kedatangan Umar ibnul Khaththab ke wilayah Syam, yang kembali bertemu dengan Bilal Radhiallahu ‘anhu setelah terpisah cukup lama.

Jazirah Arab kembali berduka. Kini sahabat terdekat Muhammad shalallahu alaihi wasallam, khalifah pertama, menyusulnya ke pangkuan Ilahi. Pria yang bergelar Al-Furqan menjadi penggantinya. Umat Muslim menaruh harapan yang besar kepadanya. Umar bin Khattab berangkat ke Damaskus, Syria. Tujuannya hanya satu, menemui Bilal dan membujuknya untuk mengumandangkan adzan kembali. Setelah dua tahun yang melelahkan; berperang melawan pembangkang zakat, berperang dengan mereka yang mengaku Nabi, dan berupaya menjaga keutuhan umat; Umar berupaya menyatukan umat dan menyemangati mereka yang mulai lelah akan pertikaian. Umar berupaya mengumpulkan semua muslim ke masjid untuk bersama-sama merengkuh kekuatan dari Yang Maha Kuat. Sekaligus kembali menguatkan cinta mereka kepada Rasul-Nya.

Umar membujuk Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Bilal menolak, tetapi bukan Umar namanya jika khalifah kedua tersebut mudah menyerah. Ia kembali membujuk dan membujuk.

"Hanya sekali", bujuk Umar. "Ini semua untuk umat. Umat yang dicintai Muhammad, umat yang dipanggil Muhammad saat sakaratul mautnya. Begitu besar cintamu kepada Muhammad, maka tidakkah engkau cinta pada umat yang dicintai Muhammad?" Bilal tersentuh. Ia menyetujui untuk kembali mengumandangkan adzan. Hanya sekali, saat waktu Subuh..

Hari saat Bilal akan mengumandangkan adzan pun tiba.

Berita tersebut sudah tersiar ke seantero negeri. Ratusan hingga ribuan kaum muslimin memadati masjid demi mendengar kembali suara bening yang legendaris itu.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar..."

"Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha illallah..."

"Asyhadu anna Muhammadarrasulullah..."

...

Sampai di sini Bilal berhasil menguatkan dirinya. Kumandang adzan kali itu beresonansi dengan kerinduan Bilal akan Sang Rasul, menghasilkan senandung yang indah lebih indah dari karya maestro komposer ternama masa modern mana pun jua. Kumandang adzan itu begitu menyentuh hati, merasuk ke dalam jiwa, dan membetot urat kerinduan akan Sang Rasul. Seluruh yang hadir dan mendengarnya menangis secara spontan.

"Asyhadu anna Muhammadarrasulullah..."

Kini getaran resonansinya semakin kuat. Menghanyutkan Bilal dan para jamaah di kolam rindu yang tak berujung. Tangis rindu semakin menjadi-jadi. Bumi Arab kala itu kembali basah akan air mata.

"Hayya 'alash-shalah, hayya 'alash-shalah..."

Tak ada yang tak mendengar seruan itu kecuali ia berangkat menuju masjid.

"Hayya `alal-falah, hayya `alal-falah..."

Seruan akan kebangkitan dan harapan berkumandang. Optimisme dan harapan kaum muslimin meningkat dan membuncah.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar..."

Allah-lah yang Maha Besar, Maha Perkasa dan Maha Berkehendak. Masihkah kau takut kepada selain-Nya? Masihkah kau berani menenetang perintah-Nya?

"La ilaha illallah..."

Tiada tuhan selain ALLAH. Jika engkau menuhankan Muhammad, ketahuilah bahwa ia telah wafat. ALLAH Maha Hidup dan tak akan pernah mati.

...

...

...

...


Namanya adalah Bilal bin Rabah, Muadzin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, memiliki kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan aqidah. Sebuah kisah yang tidak akan pernah membosankan, walaupun terus diulang-ulang sepanjang zaman. Kekuatan alurnya akan membuat setiap orang tetap penasaran untuk mendengarnya.

Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).

Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.

Ketika Mekah diterangi cahaya agama baru dan Rasul yang agung Shalallahu ‘alaihi wasallam mulai mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Bilal adalah termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam. Saat Bilal masuk Islam, di bumi ini hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk agama baru itu, seperti Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, ‘Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad.

Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun.

Orang-orang Islam seperti Abu Bakar dan Ali bin Abu Thalib masih memiliki keluarga dan suku yang membela mereka. Akan tetapi, orang-orang yang tertindas (mustadh’afun) dari kalangan hamba sahaya dan budak itu, tidak memiliki siapa pun, sehingga orang-orang Quraisy menyiksanya tanpa belas kasihan. Quraisy ingin menjadikan penyiksaan atas mereka sebagai contoh dan pelajaran bagi setiap orang yang ingin mengikuti ajaran Muhammad.

Sementara itu, Bilal bin Rabah, terus disiksa oleh Quraisy tanpa henti. Biasanya, apabila matahari tepat di atas ubun-ubun dan padang pasir Mekah berubah menjadi perapian yang begitu menyengat, orang-orang Quraisy itu mulai membuka pakaian orang-orang Islam yang tertindas itu, lalu memakaikan baju besi pada mereka dan membiarkan mereka terbakar oleh sengatan matahari yang terasa semakin terik. Tidak cukup sampai di sana, orang-orang Quraisy itu mencambuk tubuh mereka sambil memaksa mereka mencaci maki Muhammad.

Adakalanya, saat siksaan terasa begitu berat dan kekuatan tubuh orang-orang Islam yang tertindas itu semakin lemah untuk menahannya, mereka mengikuti kemauan orang-orang Quraisy yang menyiksa mereka secara lahir, sementara hatinya tetap pasrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kecuali Bilal, semoga Allah meridhainya. Baginya, penderitaan itu masih terasa terlalu ringan jika dibandingkan dengan kecintaannya kepada Allah dan perjuangan di jalan-Nya.

Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”

Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!”

Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras.

Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, sang tiran, Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.

Suatu ketika, Abu Bakar Rodhiallahu ‘anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas.

Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, “Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya.”

Abu Bakar membalas, “Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya.”

Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, “Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.”

Ash-Shiddiq Rodhiallahu ‘anhu menjawab, “Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.”

Setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Madinah, mereka segera berhijrah, termasuk Bilal Rodhiallahu ‘anhu. Setibanya di Madinah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan ‘Amir bin Fihr. Malangnya, mereka terkena penyakit demam. Apabila demamnya agak reda, Bilal melantunkan gurindam kerinduan dengan suaranya yang jernih :

Duhai malangnya aku, akankah suatu malam nanti
Aku bermalam di Fakh dikelilingi pohon idzkhir dan jalil
Akankah suatu hari nanti aku minum air Mijannah
Akankah aku melihat lagi pegunungan Syamah dan Thafil

Tidak perlu heran, mengapa Bilal begitu mendambakan Mekah dan perkampungannya; merindukan lembah dan pegunungannya, karena di sanalah ia merasakan nikmatnya iman. Di sanalah ia menikmati segala bentuk siksaan untuk mendapatkan keridhaan Allah. Di sanalah ia berhasil melawan nafsu dan godaan setan.

Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi sekaligus kekasihnya, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ke mana pun beliau pergi.

Selalu bersamanya saat shalat maupun ketika pergi untuk berjihad. Kebersamaannya dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ibarat bayangan yang tidak pernah lepas dari pemiliknya.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan azan, maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan (muadzin) dalam sejarah Islam.

Biasanya, setelah mengumandangkan adzan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam seraya berseru, “Hayya ‘alash sholaati hayya ‘alal falaahi…(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan….)” Lalu, ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.

Suatu ketika, Najasyi, Raja Habasyah, menghadiahkan tiga tombak pendek yang termasuk barang-barang paling istimewa miliknya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengambil satu tombak, sementara sisanya diberikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar ibnul Khaththab, tapi tidak lama kemudian, beliau memberikan tombak itu kepada Bilal. Sejak saat itu, selama Nabi hidup, Bilal selalu membawa tombak pendek itu ke mana-mana. Ia membawanya dalam kesempatan dua shalat ‘id (Idul Fitri dan Idul Adha), dan shalat istisqa’ (mohon turun hujan), dan menancapkannya di hadapan beliau saat melakukan shalat di luar masjid.

Bilal menyertai Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam Perang Badar. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah memenuhi janji-Nya dan menolong tentara-Nya. Ia juga melihat langsung tewasnya para pembesar Quraisy yang pernah menyiksanya dengan hebat. Ia melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf tersungkur berkalang tanah ditembus pedang kaum muslimin dan darahnya mengalir deras karena tusukan tombak orang-orang yang mereka siksa dahulu.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menaklukkan kota Mekah, beliau berjalan di depan pasukan hijaunya bersama ’sang pengumandang panggilan langit’, Bilal bin Rabah. Saat masuk ke Ka’bah, beliau hanya ditemani oleh tiga orang, yaitu Utsman bin Thalhah, pembawa kunci Ka’bah, Usamah bin Zaid, yang dikenal sebagai kekasih Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan putra dari kekasihnya, dan Bilal bin Rabah, Muadzin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Shalat Zhuhur tiba. Ribuan orang berkumpul di sekitar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, termasuk orang-orang Quraisy yang baru masuk Islam saat itu, baik dengan suka hati maupun terpaksa. Semuanya menyaksikan pemandangan yang agung itu. Pada saat-saat yang sangat bersejarah itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memanggil Bilal bin Rabah agar naik ke atap Ka’bah untuk mengumandangkan kalimat tauhid dari sana. Bilal melaksanakan perintah Rasul Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan senang hati, lalu mengumandangkan azan dengan suaranya yang bersih dan jelas.

Ribuan pasang mata memandang ke arahnya dan ribuan lidah mengikuti kalimat adzan yang dikumandangkannya. Tetapi di sisi lain, orang-orang yang tidak beriman dengan sepenuh hatinya, tak kuasa memendam hasad di dalam dada. Mereka merasa kedengkian telah merobek-robek hati mereka.

Saat adzan yang dikumandangkan Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”.

Juwairiyah binti Abu Jahal bergumam, “Sungguh, Allah telah mengangkat kedudukanmu. Memang, kami tetap akan shalat, tapi demi Allah, kami tidak menyukai orang yang telah membunuh orang-orang yang kami sayangi.” Maksudnya, adalah ayahnya yang tewas dalam Perang Badar.

Khalid bin Usaid berkata, “Aku bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan ayahku dengan tidak menyaksikan peristiwa hari ini.” Kebetulan ayahnya meninggal sehari sebelum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masuk ke kota Mekah..

Sementara al-Harits bin Hisyam berkata, “Sungguh malang nasibku, mengapa aku tidak mati saja sebelum melihat Bilal naik ke atas Ka’bah.”

AI-Hakam bin Abu al-’Ash berkata, “Demi Allah, ini musibah yang sangat besar. Seorang budak bani Jumah bersuara di atas bangunan ini (Ka’bah).”

Sementara Abu Sufyan yang berada dekat mereka hanya berkata, “Aku tidak mengatakan apa pun, karena kalau aku membuat pernyataan, walau hanya satu kalimat, maka pasti akan sampai kepada Muhammad bin Abdullah.”

Bilal menjadi muadzin tetap selama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam hidup. Selama itu pula, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sangat menyukai suara yang saat disiksa dengan siksaan yang begitu berat di masa lalu, ia melantunkan kata, “Ahad…, Ahad… (Allah Maha Esa).”

...


Tahun 20 Hijriah. Bilal terbaring lemah di tempat tidurnya. Usianya saat itu 70 tahun. Sang istri di sampingnya tak bisa menahan kesedihannya. Ia menangis, menangis dan menangis. Sadar bahwa sang suami tercinta akan segera menemui Rabbnya. “Jangan menangis," katanya kepada istri. "Sebentar lagi aku akan menemui Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan sahabat-sahabatku yang lain. Jika ALLAH mengizinkan, aku akan bertemu kembali dengan mereka esok hari." Esoknya ia benar-benar sudah dipanggil ke hadapan Rabbnya. Pria yang suara langkah terompahnya terdengar sampai surga saat ia masih hidup, berada dalam kebahagiaan yang sangat. Ia bisa kembali bertemu dengan sosok yang selama ini ia rindukan. Ia bisa kembali menemani Rasulullah, seperti sebelumnya saat masih di dunia.


Diposting oleh Abu Fahd Negara Tauhid.

Referensi:

- Biografi Ahlul Hadits, yang bersumber dari Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman Ra’fat Basya.
- http://kisahmuslim.com/kisah-perjuangan-bilal-bin-rabah-radhiallahu-anhu/
- majalah Qiblati edisi 07 tahun II.
- http://abuzubair.wordpress.com/2007/07/21/kematian-terindah-dalam-sejarah-manusia/
- http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150255878935570
- http://gizanherbal.wordpress.com

Sabtu, 03 Desember 2011


LUPUS
PENYAKIT SERIBU WAJAH

Kenali Bercak Merah di Wajah Anda!
WASPADALAH !
Mungkin anda terkena salah satu dari gejala Penyakit LUPUS.

Banyak orang tidak mengetahui apa itu penyalit Lupus atau lengkapnya Systemic Lupus Erythematosus (SLE), sehingga cukup banyak juga yang beranggapan lupus merupakan penyakit langka dan jumlah pasiennya sedikit.
Kenyataannya, pasien penyakit ini cukup banyak dan semakin meningkat. Tentunya orang akan bertanya :
Berbahayak Penyakit ini? atau Apa saja yang dapat menyebabkan terkenanya penyakit dan siapa saja yang bisa terkena penyakit ini ? dan lain sebagainya.
Jika tidak diketahui sejak dini, lupus sama bahaya dengan kanker, jantung, maupun AIDS dan bisa mengancam jiwa juga menyebabkan kematian.

Apakah LUPUS itu ?
  • Lupus merupakan penyakit kronik/menahun dan terkenal sebagai penyakit autoimun
  • Lupus dikatakan great imitator alias peniru ulung, atau juga disebut sebagai penyakit seribu wajah karena menyerupai penyakit lain (mimikri).
  • Menyerang seluruh organ tubuh.
  • Hampir seluruh pasien lupus terserang organ vitalnya.
  • Gejala lupus mulai dari ringan sampai berat. Manusia membentuk antibodi yang gunanya melindungi tubuh dari berbagai serangan virus, kuman dan bakteri. Pada lupus, produksi antibodi yang seharusnya normal menjadi berlebihan. Dan antibodi ini tidak lagi berfungsi untuk menyerang virus, kuman, bakteri yang ada di tubuh, tetapi justru menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri.

Apa penyebab LUPUS ?
  • Faktor penyebab dan pengobatannya hingga kini belum diketahui pasti
  • Bukan penyakit yang disebabkan virus, kuman dan bakteri
  • Bukan penyakit menular dan keturunan
  • Keterlibatan genetik, hormon dan lingkungan diduga sebagai faktor penyebab lupus.

Bagaimana mengenali LUPUS ?
  • Pengenalan dini sangat sulit
  • Tidak ada gejala khusus pada orang yang terkena lupus (Sesuai organ tubuh yang terkena dan pemeriksaan laboraturium yang menunjang)

Gejala yang Bisa Terjadi
Gejala awal saat lupus mulai bersemayam dalam tubuh:
  • Sakit pada sendi / tulang
  • Demam berkepanjangan / panans tinggi bukan karena infeksi
  • Sering merasa cepat lelah, kelemahan yang berkepanjangan.
  • Ruam pada kulit
  • Anemia (kurang darah)
  • Gangguan ginjal (kebocoran ginjal, protein banyak terbuang melalui urin)
  • Sakit di dada bila menghirup nafas dalam.
  • Bercak merah pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu (butterfly rash)
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Rambut rontok
  • Ujung jari berwarna kebiruam / pucat
  • Stroke
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala
  • Kejang
  • Sariawan yang hilang timbul
  • Keguguran

Apabila 4 dari gejala tersebyt terdapat pada anada, makaa periksalah segera, Anda mungkin menderita Penyakit Lupus.

Lupus menyerang organ Tubuh...
Lupus menyerang organ tubuh vital seseorang dengan sangat dahsyat. Denan mudahnya lupus dapat menyerang :
  • Ginjal
  • Paru
  • Mata
  • Jantung
  • Darah
  • Sendi
  • Hati
  • Syaraf
  • Kulit



Bagaimana LUPUS didiagnosis ?
Satu hal yang perlu dikenali adalah sifat penyakit SLE yang dapat menyerupai penyakit lain, sehingga seringkali pasien datang pada dokter umum atau ahli yang bergam. Umumnya, diagnosis ditemukan setelah dokter secara bertahap mempelajari riwayat kesehatan pasien dan menggabungkan berbagai keluhan itu. Setelah itu, menganalisis dari hasil pemeriksaan laboraturium dan beberapa kali pemeriksaan yang berhubungan dengan status kekebalannya. Sampai saat ini, belum ada pemeriksaan tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan seseorang menderita lupus atau tidak.

Bagaimana LUPUS diobati ?
Pengobatan lupus tergantung dari :
  • Tipe Lupus
  • Berat ringannya Lupus
  • Organ tubuh yang terkena
  • Komplikasi yang ada

Bagaimana sehat bersama LUPUS ?
  • Kontrol berkala ke dokter
  • Minum obat teratur yang diberikan oleh dokter
  • Membiasakan gaya hidup sehat yaitu memperhatikan keadaan fisik dan psikis, seperti : berfikiran sehat, jiwa sehat, tubuh sehat, selalu berfikir positif, mengelola stres.
  • Nutrisi seimbang
  • Cukup latihan / olahraga dan istirahat
  • Cegah kelelahan yang berlebihan
  • Menghindari rokok, sinar matahari
  • Hindari situasi atau keadaan yang membuat stres
  • Dukungan psikososial dari lingkungan dan edukasi yang bersifat positif dan realistis juga merupakan salah satu kunci sukses pengobatan.

Kemanakan harus datang Berobat ?
Bila menemui gejala-gejala tersebut diatas, kita dapat mendatangi dokter pemerhati lupus.

Siapa sajakah Dokter Pemerhati LUPUS ?
Dokter pemerhati LUPUS adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan, Hematologi, Rheumatology, Ginjal Hypertensi, Alergi Imunology.

Siapa saja Yang Bisa Terkena LUPUS ?
Lupus bisa menyerang siapa saja dari berbagai usia dan kalangan.

Sumber : Yayasan lupus Indonesia

Jumat, 02 Desember 2011

TPA Nurul Marjan




Anak-anak TPA

Akhir-akhir ini anak-anak TPA yang ku ajar tidak ada yang masuk kelas siang. Mereka semua menumpuk di satu kelas. Kelas ba'da magrib, katanya mereka senang mengaji dengan bergerombol. Tapi aku sebagai guru tidak terlalu suka dengan keinginan mereka yang satu itu. Karena aku jadi tidak bisa mengawasi mereka secara lebih seksama. Waktu mengaji ba'da magrib paling lama hanya 1 jam 15 menit. Dengan aku harus selalu mengevaluasi setiap individu secara seksama di akhir pertemuan.
TPA Nurul Marjan tempat kami mengaji tidaklah besar. Batas maksimal ideal anak dalam kelas sebetulnya hanya 14 orang saja. Nah, bisa kebayang kan kalo yang datang itu 23 orang ??? bayangkan juga, anak-anak jaman sekarang badannya sudah besar-besar, 14 orang saja rasanya suda penuh. Apalagi jika sebelum pengajian di mulai mereka sempat bersenda gurau, ruangan itu terasa panas, yang tak hilang hanya dengan kipas angin saja. Butuh semua orang di kelas tersebut menyedikitkan aktifitas sehingga panas dalam tubuhnya tidak keluar banyak. Menurut anak-anak seh mereka tidak merasakan panas yang aku rasakan, tapi aku sudah merasa sesak bernapas saat hal itu terjadi.
Minat mengaji anak-anak kini sedang tinggi, mudah-mudahan mereka mau berbagi menjadi 2 kelas kemabali, agar aku dapat memberikan perhaian yang seksama pada setiap anak. Dan anak-anakpun aka mendapatka ilmu yang maksimal karena tida terlalu bayak bergurau dengan temanya. Jika hanya satu kelas, sedangkan aku telah mengalokasikan waktuku untuk mengajar 2 kelas, rasanya sediiiiihhhh rasanya.....
Mudah-mudahan anak-anak paham dan orangtuanya mau mengerti.... amiiin...